Cara Installasi XAMPP

XAMPP for Windows, yang dalam hal ini saya menggunakan versi 1.7.2. Bisa saya bilang untuk proses instalasinya lebih mudah dari versi sebelumnya, meski secara prakteknya saya belom pernah mencobanya, hhehe. Karna ini kali pertama saya menginstal program ini dengan menggunakan versi 1.7.2:-). Kalau tidak salah versi terbaru sudah 1.7.3. Seperti yang saya katakana tadi, menginstal program ini sangatlah mudah, dimana banyak sekali refrensi dan tutorial di internet yang bisa dipakai sebagai acuan. Hal pertama yang diperlukan hanyalah membaca dan mencoba. Berikut ini langkah-langkah proses installasi XAMPP yang bisa saya sampaikan setelah mencoba, dan dapat saya paparkan sebagai berikut:

  1. Pertama, yang diperlukan adalah master dari XAMPP. Jika kamu belum punya, dapat di download di sini. Atau kalau pengen yang gratis bias di download di sini.
  2. Setelah selesai mendownload file masternya, jalankan file tadi dengan klik 2 kali.
  3. Maka tampilan awal installasi akan seperti ini:
  4. Destination folder, tempat lokasi program yang akan ter-install, secara default XAMPP akan di install pada folder C:\xampp. Untuk mengganti lokasi instalasi cukup tekan tombol Browse, tekan tombol Next >.
  5. Klik install jika ingin melanjutkan proses installasi, jika tidak klik cancel untuk membatalkan.
  6. Jika meng-klik Install maka proses instalasi akan berlangsung, seperti yang Nampak pada screan shoot dibawah ini.
  7. Proses instalasi kurang lebih akan memakan waktu 2 – 3 menit, lama waktu yang dibutuhkan untuk proses instalasi tidak sama, tergantung dari spec kompi yang digunakan.
  8. Nah, jika selesai maka akan muncul perintah “command prompt” seperti yang nampak dibawah ini:
  9. Perintah di atas untuk pembuatan shortcut di start menu ataupun di desktop. Jika setuju maka ketik “y” (tanpa tanda petik), jika tidak ketik “n“.
  10. Kali ini, saya memilih setuju untuk pembuatan shourtcut “Control Panel“.
  11. Setelah di enter, maka akan muncul perintah dibawah ini:
  12. Ketik “y” untuk melanjutkan dan enter.
  13. Pembuatan portable XAMPP, disini saya memilin tidak “n“.
  14. Pilih saja “n“, lalu enter.
  15. Pada bagian ini ada beberapa pilihan, seperti yang terlihat pada gambar dibawah, nomor satu untuk memulai/membuka XAMPP Control Panel, yang ke 2 dan seterusnya untuk mengkonfigurasi fitur yang ada. Sedangkan “x” perintah untuk keluar.
  16. Untuk menjalankan XAMPP, silahkan pilih 1 atau bisa juga dibuka lewat shourtcut (double klik) yang telah dibuat dibagian desktop.
  17. Sebenarnya kamu tidak perlu mengikuti perintah “cmd” ini, jika ingin langsung membukanya. Karna pada dasarnya program XAMPP sudah berhasil terinstall dan sudah siap digunakan, tapi karna ini berupa tutorial jadi sebisa mungkin disesuaikan dengan langkah yang sudah tersusun.:-)
  18. Ok, setelah kamu mengikuti langkah pada no 16. maka tampilan XAMPP Control Panel sebagai berikut:
  19. Klik Start masing-masing untuk Apache dan MySql, sehingga muncul tanda Running untuk keduanya. Seperti Nampak pada gambar dibawah ini:
  20. Jika muncul textboks seperti ini, cukup klik “Allow access” karna kita akan membukanya.

  21. Sekarang untuk memastikan XAMPP siap digunakan sebagai server, kamu bisa membuka browser (misalnya Internet Explorer, Mozilla Firefox, etc) lalu di address bar ketikkan: http://localhost atau http://127.0.0.1.

Demikian cara instalasi yang saya buat, maaf kalau cara instalasi diatas kurang jelas
ataupun kalimat-nya membingungkan:-) dan jika ada penjelasan diatas salah mohon koreksi
dan sarannya.

Mengenal XAMPP

XAMPP adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program.

Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP dan Perl. Nama XAMPP merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam GNU General Public License dan bebas, merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat melayani tampilan halaman web yang dinamis. Untuk mendapatkanya dapat mendownload langsung dari web resminya.

Sejarah dan Pengembang XAMPP dikembangkan dari sebuah tim proyek bernama Apache Friends, yang terdiri dari Tim Inti (Core Team), Tim Pengembang (Development Team) & Tim Dukungan (Support Team). XAMPP adalah singkatan yang masing-masing hurufnya adalah :

  • X : Program ini dapat dijalankan dibanyak sistem operasi, seperti Windows, Linux, Mac OS, dan Solaris.
  • A : Apache, merupakan aplikasi web server. Tugas utama Apache adalah menghasilkan halaman web yang benar kepada user berdasarkan kode PHP yang dituliskan oleh pembuat halaman web. jika diperlukan juga berdasarkan kode PHP yang dituliskan,maka dapat saja suatu database diakses terlebih dahulu (misalnya dalam MySQL) untuk mendukung halaman web yang dihasilkan.
  • M : MySQL, merupakan aplikasi database server. Perkembangannya disebut SQL yang merupakan kepanjangan dari Structured Query Language. SQL merupakan bahasa terstruktur yang digunakan untuk mengolah database. MySQL dapat digunakan untuk membuat dan mengelola database beserta isinya. Kita dapat memanfaatkan MySQL untuk menambahkan, mengubah, dan menghapus data yang berada dalam database.
  • P : PHP, bahasa pemrograman web. Bahasa pemrograman PHP merupakan bahasa pemrograman untuk membuat web yang bersifat server-side scripting. PHP memungkinkan kita untuk membuat halaman web yang bersifat dinamis. Sistem manajemen basis data yang sering digunakan bersama PHP adalah MySQl. Namun PHP juga mendukung sistem manajement database Oracle, Microsoft Access, Interbase, d-base, PostgreSQL, dan sebagainya.
  • P : Perl, bahasa pemrograman.

Beberapa bagian penting pada program XAMPP, yang sering digunakan pada umumnya adalah sebagai berikut:

  • htdoc adalah folder tempat meletakkan berkas-berkas yang akan dijalankan, seperti berkas PHP, HTML dan skrip lain.
  • phpMyAdmin merupakan bagian untuk mengelola basis data MySQL yang ada dikomputer.
  • Kontrol Panel yang berfungsi untuk mengelola layanan (service) XAMPP. Seperti menghentikan (stop) layanan, ataupun memulai (start).

Membuat Blog WordPress Secara Offline

Setelah menjelaskan apa itu XAMPP sampai cara instalasinya, sekarang saya mencoba menjelaskan secara singkat cara membuat blog WordPress secara offline dengan menggunakan XAMPP. Sebagai berikut:

    1. Silahkan aktifkan kembali XAMPP-nya (seperti yang sudah dijelaskan diatas).
    2. Kemudian masuk lagi ke http://localhost/xampp.
    3. Setelah itu dibagian Tolls, pilih “phpMyAdmin“.

    1. Lalu di MySQL localhost, create new database dengan mengetikkan wordpress.

    1. Bila sudah klik create atau tekan enter.

    1. Jika pembuatan database berhasil, maka akan terlihat tulisan “Database has been created“. Seperti gambar dibawah ini.

    1. Kemudian, buka di tab baru http://localhost/wordpress dan enter. klik saja “Create a Configuration File” untuk melanjutkan.

    1. Maka akan muncul Welcome to WordPress, tinggal klik let’s go!.

    1. Setelah itu, akan muncul halaman untuk mengisi database, seperti berikut ini:

    1. Pada bagian:
      Database Name: tetapkan saja. User Name: di isi “root” (tanpa tanda petik) Password: di kosongkan. Database Host: jangan diganti. Table Prefix: tetapkan saja. Dan jika sudah klik saja “sumbit

    1. Langsung saja klik “Run the install“.

    1. Di sini silahkan isi sesuai data yang diminta.
      Site Title : sebagai nama depan (header) blog kamu. Username: admin (default), dan disini bisa ganti sesukamu. Password: sebagai password untuk login pada blogmu. Your E-mail: usahakan e-mail yang kamu masukkan masih aktif, karna email ini juga digunakan untuk mengkonfirmasi pembuatan blog ini.


    1. Klik install WordPress, apabila informasi yang dimaksukkan dirasa cukup.
      Example: seperti yang saya buat dibawah ini.

    1. Jika berhasil di step ke 2 ini, maka akan muncul tulisan Success!. Lalu klik “log In“.

    1. Sekarang kamu siap login ke blog yang baru kamu bikin.

      Seperti yang saya lakukan.

    1. Jika berhasil login, ini dia halaman utama/Dashboard blog baru-mu.

    1. Seperti gambar diatas, banyak sekali fitur yang bisa kamu gunakan, berhubung disini tidak ditekankan untuk menjelaskan fitur apa saja yang ada di wordpress (kamu bisa mencobanya sendiri), jadi saya lanjutkan untuk melihat tampilan pertama blog yang baru dibuat.
    2. Buka tab baru, dan kembali masuk ke alamat http://localhost/wordpress.

    1. Dan beginilah tampilan standart blog yang baru dibuat.

Demikian cara membuat blog di WordPress secara offline dari saya. Maaf kalau cara diatas kurang jelas ataupun kalimat-nya yang membingungkan:-). Tentunya jika ada penjelasan diatas salah mohon koreksi dan sarannya.Demikian cara membuat blog di WordPress secara offline dari saya. Maaf kalau cara diatas kurang jelas ataupun kalimat-nya yang membingungkan:-). Tentunya jika ada penjelasan diatas salah mohon koreksi dan sarannya.

download dalam format *.pdf

Postingan pertama di blog baru :)

Akhirnya blog baruku jadi juga, dan seperti judul yang ada di atas, ini merupakan postingan pertama-ku di blog ini, sekaligus pesan pembuka yang aku rasa itu perlu, perlu ngga ya? Ya anngep aja perlu. Hahah.

Sepeti yang kamu tau, blog ini beralamat di https://richoku.wordpress.com, sedangkan blog lamaku di sini, ceritanya numpang promosi … hhaha.

Sebenarnya aku bingung sama diriku sendiri, kenapa ya aku bikin blog lagi?? Jelas-jelas blog yang lama aja gag ada postingannya, bukan gag ada sih “tapi pada basi” hhehe.  Aku juga nggak ngerti kalo harus dihadapkan dengan pertanyaan tadi, binggung harus ngasik sanggahan kayak apa? Kalo pun harus aku jawab, palingan simple aja sih: kalo mulutku yang bicara mungkin masih bisa boong, tapi ini hatiku kecilku yang bicara, jadi aku gag bisa membohongi hati keciku itu, yang jelas aku menikmati sebagai blogger. halah ngomong apa ini. Hehehe. *gag nyambung*

Maaf, kayaknya aku harus istirahat dulu.pikiranku lagi gag bener (selalu gag bener sih, hahah), oleh sebab itu aku sambung lain waktu lagi yak. Dari pada dipaksakan nulis, entar mala tambah ngelantur . . . hheheh.